Google+ Badge

Friday, November 29, 2013

DiTemukan Pedang Berlapis Emas dalam danau Di Aceh

Warga yang menemukan mengaku berawal dari mimpi, saat berada di lokasi ia melihat harimau dan lari tunggang-langgang serta setelah pedang ditemukan ada warga yang kesurupan!

Sepasang pedang ditemukan dalam rawa tempat yang sebelumnya ditemukan koin emas, di Gampong Pande, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh. Penemuan sepasang pedang ini membuat heboh untuk kedua kalinya bagi warga Kota Banda Aceh. (baca: Misteri Keping Emas Berlafal Allah Ditemukan Warga Aceh di Rawa-Rawa )

Menurut keterangan salah seorang warga, Saiful, pedang itu ditemukan oleh seorang yang akhirnya diketahui bernama Rizwan (26), ia datang ke lokasi karena adanya berita sebelumnya, yaitu penemuan koin emas di Gampong Pande.

Warga tersebut terakhir diketahui sengaja datang dari Kabupaten Aceh Timur, asal Kota Langsa yang selama ini tinggal bersama Muslim, pamannya, di Punge Blangcut, Banda Aceh.
Quote:

Lokasi rawa-rawa tempat pedang emas VOC dan koin-koin emas ditemukan.
Penemuan Sebuah Teko

Rizwan akhirnya juga bertutur kepada Serambi , cerita awal penemuan pedang VOC tersebut, ditemani rekannya bernama Mansyur dan Muslim.

Ia tertarik datang ke lokasi yang sebelumnya tempat ditemukan ratusan keping koin emas, Senin lalu.

Semua itu karena Mansyur membawa pulang pecahan teko yang ia temukan dilokasi tersebut sebelumnya saat memburu koin emas, pada Selasa (12/11/13) siang.

Setelah melihat pecahan teko tersebut, Rizwan minta kepada Mansyur agar ia mengantarkan dirinya ke lokasi tempat teko itu ditemukan.

Permintaan itu akhirnya dipenuhi oleh Mansyur. Setelah mengetahui dan melihat lokasinya, lalu mereka pulang.

Berawal Dari Mimpi

Rizwan (26) sang penemu pedang mengaku menemukan pedang peninggalan sejarah ini setelah ia bermimpi sejak tiga malam yang lalu. Dalam mimpinya, ada yang berpesan menyuruh Rizwan untuk mengambil sepasang pedang di rawa-rawa, dikawasan Gampung Pande.

Itu sebabnya pada saat temannya bernama Mansyur menemukan teko, Rizwan minta agar temannya itu dapat menunjukkan lokasi tempat ditemukannya teko tua tersebut sebagai patokan lokasi. Namun pada saat mencari pedang, Rizwan menemui kendala, ia tak menemukan apa-apa.

“Dalam mimpi, saya disuruh ambil pedang itu untuk saya simpan dan saya rawat. Saya sudah mencari pedang itu sejak hari Rabu (13/11/2013) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, sampai pagi saya cari tidak dapat,” ujarnya.

Rizwan Penasaran, Bolak-Balik Ke Lokasi
koin-emas-aceh lokasi penemuan 2
Quote:

Hingga malam hari, warga tetap mencari koin-koin emas tersebut di rawa-rawa dengan menggunakan alat seadanya.
Terlanjur penasaran, pada Rabu (13/11/13) sekitar pukul 14.00 WIB, Rizwan mengaku kembali lagi ke lokasi dengan mengajak Mansyur.

“Lalu, siangnya sekitar pukul 14.00 WIB, saya kembali ke lokasi tersebut untuk mencari,” jelasnya.

Namun karena tak mendapatkan barang yang dia cari, Rizwan akhirnya pulang lagi.

Tapi rasa penasaran tetap menyelimuti hati Rizwan, akhirnya sekitar pukul 23.30 WIB Rizwan si pemuda nekat ini kembali lagi ke area Kuala Krueng Geudong, Gampong Pande. Kali ini bersama temannya yang lain, bernama Syaiful.

Diperingatkan Warga Setempat

Sedangkan menurut keterangan warga setempat, pada Selasa (12/11/2013) malam, warga sempat berpapasan dengan Rizwan yang mengaku dari Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh.

Pemuda itu, bersama rekannya hendak melihat lokasi Kuala Krueng Geudong, tempat koin emas ditemukan. Warga setempat sudah mengingatkan agar pemuda tersebut tidak memasuki area terlarang itu.
Quote:



“Saya sempat bertemu warga. Mereka sempat ingatkan saya agar tidak masuk ke lokasi itu, karena menurut mereka kawasan terlarang. Kalaupun masuk, risikonya tanggung sendiri. Tapi saya tetap masuk,” kata Rizwan.

Warga setempat yang memperingatkan Riswan mengingatkan, kalau nekat masuk, kemungkinan tidak bisa kembali lagi atau akan berhadapan dengan hal-hal ganjil.

Menurut keterangan warga, beberapa dari pemuda itu memang langsung pulang. Hanya seorang pemuda (Rizwan) yang tetap bersikeras tetap masuk ke area terlarang itu.

Lari Dikejar Harimau Mistis

Tak lama berselang mencari di rawa-rawa, tiba-tiba Rizwan terlihat berlari kencang ke arah warga Gampong Pande, yang sebelumnya sudah mengingatkannya. Dengan sendal putus dan napas terengah-engah, si pemuda mengaku melihat sosok seekor harimau besar yang langsung mengejarnya.

Kata Rizwan, di lokasi itu ada seekor harimau yang menjaga di lokasi tersebut. Sedangkan temannya, Syaiful justru memutuskan menunggu di permu****n warga.

“Pada saat masuk ke tempat itu, saya lihat ada seekor harimau besar yang berjalan di depan saya. Lalu saya jalan lagi, tiba-tiba ada ular besar di pohon. Waktu itulah saya lari dan pulang,” kata Rizwan.

Dengan wajah terlihat pucat pasi, akhirnya pemuda itu meninggalkan Gampong Pande.

Namun akhirnya Rizwan kembali lagi ke lokasi dan berhasil menemukan sepasang pedang VOC dari hasil mimpinya itu.

“Awalnya, pedang yang ditemukan itu dimasukkan dalam karung, saat warga tanya, dibilang itu kayu,” jelas Syaiful. Karena warga semakin curiga, sebut Syaiful, lalu salah seorang warga dan termasuk dirinya merampas barang tersebut dari tangan laki-laki itu.

“Waktu karungnya dirampas, pas dilihat ada pedang, langsung kami hubungi pihak terkait dan disimpan di kantor kepala desa. Akhirnya, pedang itu berhasil diamankan warga, sedangkan Rizwan langsung menghilang,” tutur Syaiful.

Rizwan Tak Sadar Saat Menemukan Pedang

Rizwan pemuda asal Kabupaten Langsa, yang menemukan harta karun berupa sepasang pedang bertuliskan VOC dan berlapis emas pada Rabu (13/11/2013) sore, sempat hilang tiba-tiba, setelah pedang yang ditemukan disita oleh aparat Desa Gampong Pande, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh.

Namun pada esoknya Kamis (14/1/2013) siang, ternyata pemuda itu muncul dan menemui Wakil Wali Kota Banda Aceh untuk menjelaskan kronologi penemuan pedang olehnya.

“Setelah kedua pedang itu saya temukan, saya dipergoki warga. Sehingga saya dibawa ke kantor keuchik. Begitulah ceritanya. Saya pergi, karena waktu itu, saya tak pakai baju, sehingga warga saat itu tidak sempat menanyakan siapa nama saya,” ungkap Rizwan.

“Saya saat sampai ke lokasi penemuan pedang itu dalam kondisi tidak sadar. Waktu pergi dari rumah, saya memang dalam kondisi sadar,” kata Rizwan saat ditemui di kantin samping Kantor Wali Kota Banda Aceh.

Jika pedang peninggalan bersejarah itu disita oleh pemerintah, Rizwan berharap ada penghargaan atau kompensasi untuknya yang menemukan.

“Saya harap pemerintah Kota Banda Aceh juga memugar lokasi tempat saya temukan pedang itu karena di situ ada banyak kuburan ulama Aceh terdahulu,” ujar Rizwan.

Saat Rizwan mencari pedang itu, ia sempat direkam oleh rekannya yang bernama Mansur dengan menggunakan handycam.

Dalam rekaman video saat diperlihatkan oleh Mansur kepada wartawan, terlihat mulai dari Rizwan sedang mencari hingga saat menemukan pedang.

“Ini videonya, saya sempat rekam dari awal saat Rizwan menemukan pedang itu,” kata Mansur. Namun, video utuh yang diabadikan oleh Mansur tidak diberikan kepada wartawan.

Kedua Pedang Berlapis Emas

Pedang yang ditemukan itu di gagangnya dilapisi dengan emas. Demikian juga ada tulisan VOC pada pedang tersebut. Panjang pedang tersebut diperkirakan mencapai 1 meter.


No comments: