Google+ Badge

Tuesday, November 5, 2013

Muslimin Minta Kaum Kristen Tidak Pergi dari Irak


Headline
(Foto : istimewa) 
Baghdad – Ribuan umat Islam berkumpul di luar gereja di Baghdad, tempat seorang Muslim kolot membunuh 44 jemaat Kristen dan dua orang pendeta tiga, tahun silam. Mereka meminta umat Kristen jangan pergi dari di Irak.
Sementara itu, para pendeta bersama jemaat berdoa di dalam gereja Bunda Kami Penyelamat di kawasan komersial Karrada, dalam rangka peringatan pembunuhan itu, tulis Ahram Online, Kamis (31/11/2013).
Penjagaan dilakukan dengan ketat, orang dilarang masuk apabila mereka bukan umat Kristen. Wartawan pun dilarang mengambil foto atau merekam gambar kebaktian di gereja itu.
“Ini luka yang tak bisa disembuhkan, dan sebuah kejahatan yang tak pernah saya lupakan,” ujar Rafid, seorang pemeluk Kristen yang sedang berjalan memasuki gereja.
Serangan itu yang pertama kali dilakukan sejak invasi pimpinan AS tahun 2003, dan mengejutkan Irak dan komunitas internasional dan memicu umat Kristen minggat ke luar negeri. Jemaat lain bernama Abu Yaqub, 37 tahun, menyebut hari pembantaian itu sebagai “hari yang mengerikan”.
“Satu-satunya dosa, kalau boleh dikatakan demikian, mereka sedang berdoa di dalam gereja dan dibunuh. Kami tak akan melupakannya, “ ujar akuntan ini.
Di luar gereja, baik umat Islam Sunni maupun Shiah menyalakan lilin dan membentangkan spanduk merayu orang Kristen tetap tinggal di Irak.
Abbas Hassan, seorang warga Muslim dan bekas pegawai negeri mengatakan “jemaat Kristen juga orang Irak selama ribuan tahun. Dan agama Kristen adalah salah satu agama tertua di Irak”.
“Kami mengimbau mereka jangan meninggalkan Irak, karena semua warga Irak juga merasakan kepedihan yang mendalam,” tambahnya.
Sebelum peristiwa memilukan dan memalukan itu, jumlah orang Kristen di Irak sekitar 1,5 juta orang. Tapi sekarang diperkirakan mereka lebih sedikit dari 500.000.
Salah satu komunitas Kristen tertua d dunia adalah jemaat gereja Chaldean, yang punya pengikut 700.000 orang di seluruh dunia. Mereka menggunakan bahasa Aramic, bahasa yang dipakai Yesus untuk berdakwa dan berbicara.
 

No comments: