Google+ Badge

Sunday, December 1, 2013

Terungkap, Kain Kafan Yesus Kristus

Tes Infra Merah Menunjukkan Kain Kafan dari Turin Tidak Palsu


Headline
KAIN Kafan dari Turin, kain sepanjang 14 kaki dimana tercetak gambar pria berjanggut dengan rambut panjang, dan bercak darah pada kaki dan tangannya.*
Beberapa orang memujanya sebagai kain untuk mengubur Kristus. Sebagian lagi percaya, kain kafan dari Turin tidak lebih dari tipuan abad pertengahan.
Kini, ilmu pengetahuan telah mendukung orang-orang yang percaya. Para peneliti telah bisa menentukan usia dari sampel lembaran kain sepanjang 14 kaki ini, yaitu antara 300 SM hingga 400 M.
Mereka menggunakan tes forensik untuk membandingkan serat dari kain kafan dengan berbagai sampel kain kuno. Dan mereka menemukan bahwa bahan kain ini dibuat di masa Yesus hidup.
Hasil ini bertentangan dengan studi pada tahun 1988, yang dipelopori oleh British Museum, dengan menggunakan uji karbon untuk mengetahui usia kain ini. Dikatakan kain kafan, yang memiliki cetakan seorang pria berjanggut dengan luka yang konsisten dengan paku di salib, sebenarnya dibuat pada Abad Pertengahan, lebih dari 1.000 tahun setelah peristiwa penyaliban.
Tetapi para ilmuwan di Universitas Padua, Italia percaya hasil asli bisa saja dipengaruhi oleh air dan kerusakan akibat kebakaran selama berabad-abad.
Kain kafan, yang merupakan salah satu peninggalan Katolik yang paling kontroversial ini, pernah disebutkan oleh Paus Yohanes Paulus II sebagai 'ikon penderitaan dalam setiap zaman'.
Temuan ini muncul dalam sebuah buku terbaru yang disebut "Il Mistero della Sindone" (Misteri Kain Kafan) yang diterbitkan pada hari Jumat Agung.
Profesor Giulio Fanti, seorang ahli dalam pengukuran mekanik dan termal di Universitas Padua dan wartawan Saverio Gaeta, memeriksa serat dari kain kafan ini dan membandingkannya dengan sampel kain yang berusia antara 3000 SM dan sampai era modern untuk membuktikan apakah itu adalah pemalsuan abad pertengahan.
Kunci temuan ini melalui tiga tes, dua secara kimia dan satu mekanik, dua yang pertama dilakukan dengan menggunakan sinar infra merah, dan yang lainnya menggunakan spektroskopi Raman, yang mengukur radiasi melalui panjang gelombang dan umumnya digunakan dalam ilmu forensik.
Hasil uji menyimpulkan, usia serat dari kain ini antara 300 SM hingga 400 M, yang meliputi tahun-tahun kehidupan Kristus. Namun perdebatan masih terus berlangsung mengenai apakah gambar yang tercetak di kain adalah Kristus atau pemalsuan Abad Pertengahan? Namun yang pasti para ahli tidak pernah benar-benar mampu menjelaskan bagaimana gambar itu dibuat. (Aya/A-147)***

No comments: