Google+ Badge

Saturday, January 4, 2014

Perdebatan Tragedi Holocaust Merupakan Bagian Ilusi Nazi






Holocaust merupakan satu ilusi. Pernahkah kita sadar bahwa ada juga di kalangan Yahudi hari ini yang menentang pendirian negara Zionis Israel? Golongan yang menentang itu adalah Yahudi Ortodox yaitu generasi dari perkumpulan Yahudi yang dibunuh oleh Nazi semasa WW2. Yahudi Ortodox tidak pernah bersetuju dengan gagasan Zionis dan lebih menghargai keamanan. Yahudi Ortodox ini juga pernah disampaikan dakyah Zionis bagi merealisasikan negara Yahudi Israel melalui agenda Nazi, mereka menolak, lalu dibunuh.

Mereka dibunuh untuk mengngelabui dunia dan supaya dunia merestui pendirian negara Israel yang wujud hari ini. Manakala Yahudi yang berfahaman Zionis dan Mason pun dibenarkan hidup untuk merealisasikan pendirian Negara Israel. Di mana Yahudi Ortodox yang ada hari ini, mereka tidak tinggal di Israel tetapi berada di Amerika dan Eropah, mereka hidup dalam kelompok sendiri dan menyisihkan diri dari kemajuan yang dikecapi dunia hari ini, mereka sama seperti golongan Amish. Tetapi tidak bermakna mereka tidak terlibat langsung dalam agenda Illuminati, mereka dilibatkan sama dan kita umat Islam juga turut dilibatkan sama tanpa kita sedari.
Atau mungkin saja Holocaust tidak pernah terjadi dalam lipatan sejarah dunia dan ia hanya diwujudkan melalui propaganda yang dibawa penulis-penulis sejarah dunia di Amerika. Jika Holocaust wujud melalui propaganda, ia tetap juga ilusi. Tujuannya juga tetap sama, untuk menjadi alasan pendirian negara Yahudi yang bebas, berdaulat dan bermaruah Yaitu Israel.

Perdebatan Holocaust
Banyak perdebatan tentang Holocaust, dan rata2 semua setuju bahwa Holocaust hanyalah mitos yang dihembuskan Zionis sebagai pembenaran rasa kasihan Dunia terhadap kaum Yahudi selama WW II. Dari sekian banyak sumber, mungkin sumber ini yang paling ringkas membahasnya. 

Perang Dunia II di wilayah Eropa menimbulkan kerugian dan korban jiwa besar. Pada kurun waktu sejak tahun 1939 hingga tahun 1945, puluhan juta orang tewas dan cedera di Eropa, Asia dan Afrika. Selain itu, banyak fasilitas ekonomi hancur akibat peperangan tersebut. Berbagai peristiwa yang terjadi dalam perang dunia selalu menjadi topik pembahasan para sejarawan dan analis. Di antara peristiwa yang sangat kontroversial adalah Holocaust, yaitu klaim orang-orang Zionis mengenai aksi pembantaian terhadap enam juta Yahudi oleh pasukan Nazi. Mereka mengklaim bahwa jenazah orang-orang Yahudi tersebut oleh para serdadu Hitler.

Holocaust berarti pembunuhan massal dengan cara membakar. Masalah ini diangkat kembali setelah PD II. Rezim Zionis menggunakan tragedi holocaust sebagai trik untuk menarik perhatian masyarakat internasional dan menggelindingkan propaganda luas dalam hal ini. Berbagai film dan karya buku tentang holocaust diterbitkan.

Saat ini, kamp-kamp penahanan dan penyiksaan orang-orang Yahudi khususnya kamp Auschwitz, menjadi museum untuk umum. Lebih dari 250 museum didirikan di berbagai negara guna mengenang korban Holocaust. Bahkan, di sekolahan di AS dan Eropa tragedi itu juga dijadikan pelajaran sejarah.

Propaganda Rezim Zionis dalam kaitan Holocaust sedemikian gencar sehingga seorang sejarawan Yahudi bernama Alfred M Lilienthal, menyebut propaganda itu dengan “Holocaust Mania”. Upaya terbaru Rezim Zionis adalah dengan menekan Majelis Umum PBB untuk menetapkan tanggal 27 Januari sebagai hari Holocaust yang akan diperingati setiap tahun. (lihat situsnya di www.alfredlilienthal.com

Meski propaganda Holocaust gencar dilakukan, namun banyak sejarawan dan cendikiawan yang meragukan tragedi tersebut. Mereka juga menulis berbagai buku mencantumkan argumen dan bukti-bukti yang mempertanyakan keotetikan tragedi Holocaust. Meskipun demikian, para kritikus tidak mengingkari terjadinya pembunuhan terhadap sejumlah orang-orang Yahudi oleh pasukan Fasis Hitler, dan hal ini dinilai sebagai sebuah tragedi. Namun mereka berpendapat bahwa tragedi itu tidak seperti yang digambarkan oleh Rezim Zionis.

Fenomena Holocaust begitu penting bagi Zionis karena bisa menciptakan opini kemazluman orang-orang Yahudi. Fiksi pembantaian enam juta warga Yahudi oleh Hitler merupakan permainan terpenting Zionis untuk menumbuhkan belas kasih masyarakat dunia kepada orang-orang Yahudi. Oleh karena itu, mereka tidak akan menerima kritik dalam kaitan tragedi tersebut.


Mitos Holocaust dimanfaatkan oleh kaum Zionis untuk mengejar kepentingannya di dunia, yang diantaranya adalah untuk membentuk sebuah rezim ilegal di tanah Palestina tahun 1948. Tak syak, tanpa mengumbar isu pembantaian massal umat Yahudi pada masa perang dunia kedua, kaum Zionis tak akan dengan mudah memaksa masyarakat dunia termasuk PBB untuk menerima kehadiran sebuah negara ilegal bernama Israel di negeri Palestina.

Singkatnya, Holocaust adalah kisah dusta besar yang diciptakan oleh orang-orang Zionis. Segencar apa pun kaum Zionis mempropagandakan kisah ini untuk menunjukkan ketertindasannya di dunia, suatu hari kebohongan ini akan terungkap. Masyarakat dunia saat ini mulai sadar bahwa Holocaust yang sebenarnya bukan terjadi di Eropa pada masa perang dunia kedua dengan korbannya warga Yahudi, tetapi Holocaust sedang terjadi saat ini. Tempatnya adalah Palestina dan korbannya adalah bangsa Palestina. Pelakunya bukan Hitler, tetapi kaum Zionis.


No comments: